PENGOLAHAN AIR LIMBAH

PENGOLAHAN AIR LIMBAH

Geosintetik digunakan untuk berbagai aplikasi di dalam fasilitas pengolahan air limbah. Paling banyak penggunaannya adalah pada pengoperasian kolam (lagoons) untuk proses anaerobic dan aerobic. Aplikasi yang lain adalah perbaikan proses penguapan air limbah dan dewatering sludge dengan menggunakan geotekstil geo-tube permeable.

  

Kolam Anaerobic dengan Cover
Ketika air limbah dengan tingkat kandungan bahan organik yang mencukupi tertampung di dalam kolam untuk beberapa hari, suatu sludge anaerobic terbentuk dan terakumulasi pada bagian bawah kolam. Di dalam kolam tanpa cover aktifitas anaerobic digistif terjadi pada dasar kolam dan aktifitas di dekat permukaan cenderung menjadi lebih aerobic.

Untuk itu kolam ini dapat di-cover/ditutup dengan suatu cover geomembrane terapung guna:
a. meningkatkan aktifitas anaerobic digistif dari limbah dengan memisahkannya dari udara luar (oksigen),
b. memungkinkan pengambilan gas (khususnya gas methane) yang dapat digunakan untuk bahan bakar,
c. mengurangi efek bau tak sedap dari aktifitas anaerobic yang mengganggu lingkungan sekitar.
 

Aplikasi Geosintetik untuk Pengolahan Air Limbah

Aplikasi geosintetik untuk kolam ini sangat luas berkaitan dengan sistem pelapisan (cover) dan dengan sistem floating cover yang dapat dipilih menurut kegunaannya:
a. Sitem pelapisan (liner)
Geosynthetic clay liner dengan penutup dari tanah, beton atau geomembrane dapat digunakan secara baik untuk sistem pelapisan sisi bawah.
b. Sistem penutup (cover)
Disain dari penutup dapat bervariasi oleh berbagai pertimbangan operasional yang berkaitan dengan tingkat effluent, pengumpul gas serta beberapa faktor hambatan konstruksi yang dapat membatasi pilihan disain dari cover ini.
c. Peningkatan penguapan (evaporation)
Dengan warna geomembrane yang biasanya hitam/gelap yang menampung air limbah dangkal akan dapat meningkatkan suhu air limbah karena radiasi sinar matahari sehingga meningkatkan kapasitas penguapannya. Cara ini digunakan di dalam pembuangan air limbah dan untuk proses ekstraksi garam dan mineral lainnya. Suatu konstruksi floating cover di atas air limbah akan menjaga agar volume air limbah tidak bertambah dikarenakan air hujan juga memungkinkan air terkumpul di atas cover sehingga dapat dimanfaatkan.
d. Dewatering sludge
Geotube awalnya dikembangkan sebagai sistem konstruksi yang menggunakan sand sebagai bahan isinya dan berfungsi sebagai konstruksi groynes atau struktur sejenisnya. Properti dan fungsi filternya ini kemudian dapat diaplikasikan untuk mengolah sludge dengan kandungan air sangat tinggi dan dengan cepat dikeringkan menjadi limbah padat yang kemudian dengan mudah diangkut menggunakan truck atau sejenisnya dengan lebih mudah.